Logo Bloomberg Technoz

Pakar Ingatkan Batas Kandungan BPA pada Galon Buntut Temuan BPOM

Muhammad Fikri
16 September 2025 15:50

Risiko Kesehatan yang Mengintai dari BPA di Air Galon (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Risiko Kesehatan yang Mengintai dari BPA di Air Galon (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar kesehatan bicara soal batas aman Bisphenol A (BPA) setelah sejumlah temuan menunjukkan kadar zat tersebut pada galon air minum isi ulang melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah. 

Epidemiolog dan pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, menegaskan bahwa standar global terus diperketat seiring bertambahnya bukti ilmiah mengenai dampak BPA terhadap kesehatan manusia.

“Di Eropa, ambang batas asupan harian BPA pada 2015 masih 4 mikrogram per kilogram berat badan, tetapi pada 2023 diturunkan drastis menjadi hanya 0,2 nanogram. Penurunan ini mencerminkan bukti baru bahwa BPA dapat merugikan sistem imun bahkan pada kadar sangat rendah,” kata Dicky kepada Bloomberg Technoz, Selasa (16/9/2025)


Sebagai perbandingan, Food and Drug Administration (FDA) AS masih mempertahankan ambang 50 mikrogram per kilogram per hari, namun angka itu tengah dikaji ulang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menetapkan angka global tunggal, tetapi menyarankan kewaspadaan ekstra terutama untuk bayi, anak-anak, dan ibu hamil.

Di Indonesia, BPOM dan Standar Nasional Indonesia (SNI) menetapkan ambang migrasi BPA pada air minum kemasan sebesar 0,6 ppm atau miligram per liter. Air yang memenuhi standar harus berada di bawah ambang tersebut.