Logo Bloomberg Technoz

Kasus ini dianggap sebagai momen penting bagi demokrasi Brasil, negara yang sudah empat kali mengalami kudeta. Putusan ini juga berpotensi memengaruhi dinamika politik domestik dan hubungan luar negeri, termasuk dengan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump sebelumnya telah menjatuhkan tarif tinggi pada produk Brasil serta menjatuhkan sanksi pada seorang hakim Mahkamah Agung yang menangani kasus Bolsonaro.

Trump, yang dikenal dekat dengan Bolsonaro, mengomentari vonis tersebut. “Saya menyaksikan persidangan itu. Saya mengenalnya cukup baik — saya pikir dia presiden yang baik bagi Brasil,” kata Trump sebelum berangkat ke New York. “Itu sangat mirip dengan yang coba mereka lakukan terhadap saya, tetapi mereka gagal total.”

Kasus Bolsonaro berawal dari penyelidikan percobaan kudeta 8 Januari 2023 di Brasilia, ketika ribuan pendukungnya menyerbu gedung-gedung federal hanya sepekan setelah Lula dilantik. Jaksa Agung Brasil menjerat Bolsonaro dan tujuh sekutunya, termasuk perwira militer serta mantan menteri, dengan dakwaan merencanakan kudeta dan empat kejahatan lainnya.

Hakim Alexandre de Moraes menjadi yang pertama menjatuhkan suara bersalah, dengan menyatakan “tidak ada keraguan bahwa ada percobaan kudeta.” Ia didukung Hakim Flavio Dino, Carmen Lucia, dan Cristiano Zanin. Satu-satunya hakim yang berbeda pendapat, Luiz Fux, menilai Bolsonaro harus dibebaskan dan panel tidak berwenang mengadili kasus tersebut.

Sekutu Trump

Bolsonaro, mantan kapten Angkatan Darat Brasil, begitu meniru pendekatan politik rekannya dari Amerika Serikat hingga dijuluki “Trump dari Tropis” saat secara mengejutkan melesat ke kursi kepresidenan Brasil pada 2018.

Perbandingan itu semakin menguat sejak kerusuhan pada 2023, yang pecah setelah Bolsonaro menyebarkan teori konspirasi soal kecurangan pemilu. Kerusuhan tersebut terjadi hampir tepat dua tahun setelah upaya kudeta yang menyusul kekalahan Trump pada 2020.

Trump sendiri kemudian menghadapi dakwaan atas dugaan konspirasi untuk menghalangi hasil pemilu. Namun jaksa mencabut dakwaan itu setelah ia memenangkan pemilu 2024, dengan alasan kebijakan Departemen Kehakiman yang melarang penuntutan terhadap presiden yang sedang menjabat.

Bolsonaro banyak berharap pada bantuan sekutunya tersebut. Awal tahun ini, putranya, Eduardo Bolsonaro yang juga seorang anggota parlemen, pindah ke AS untuk melobi Gedung Putih agar turun tangan membela sang ayah.

Pertemuan Donald Trump dan Jair Bolsonaro tahun 2019. (Bloomberg)

Pada Juli lalu, Trump mengecam persidangan Bolsonaro sebagai bentuk “perburuan penyihir” dan kemudian memberlakukan tarif 50% terhadap Brasil. Ia juga menjatuhkan sanksi pada hakim Alexandre de Moraes—yang memimpin persidangan Bolsonaro—serta mencabut visa AS milik sang hakim.

Namun Brasil menolak tunduk. Moraes membuka persidangan dengan menegaskan bahwa kedaulatan Brasil “tidak akan pernah dilanggar, dinegosiasikan, atau diperas.” Lula juga mengecam langkah Trump yang mencoba ikut campur dalam urusan dalam negeri Brasil, sekaligus menyebut Bolsonaro dan Eduardo sebagai pengkhianat bangsa.

Seiring berjalannya persidangan, pemerintah Lula, Mahkamah Agung, hingga perbankan Brasil bersiap menghadapi kemungkinan balasan lebih jauh dari AS, termasuk sanksi tambahan terhadap hakim-hakim lain di Mahkamah Agung.

Ketika ditanya soal Brasil pada Selasa lalu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan bahwa Trump melihat kasus ini sebagai perlawanan terhadap “sensor” dan bahwa ia “tidak takut menggunakan kekuatan ekonomi maupun militer AS untuk melindungi kebebasan berpendapat di seluruh dunia.”

Pemilu 2026

Vonis akhir ini akan menjadikan Bolsonaro sebagai presiden ketiga dari tujuh pemimpin terakhir Brasil yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana. Lula, yang memimpin Brasil pada 2003–2010, juga sempat divonis bersalah atas kasus korupsi pada 2017. Lula menjalani hampir dua tahun hukuman penjara sebelum putusan tersebut dianulir, yang kemudian membuka jalan bagi dirinya kembali ke kursi kepresidenan.

Meski Bolsonaro bersikeras akan kembali maju pada pemilu tahun depan, peluang itu kecil. Ia masih menjalani larangan politik selama delapan tahun karena pernah meragukan sistem pemilu Brasil menjelang kontestasi 2022.

Sejumlah investor dan pemimpin partai sentris melihat persidangan ini sebagai titik balik, di mana Bolsonaro akhirnya harus menunjuk penerus politiknya. Nama yang paling difavoritkan adalah Gubernur São Paulo, Tarcisio de Freitas, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri di kabinet Bolsonaro.

“Penahanan Bolsonaro pada akhirnya menguntungkan opsi kedua seperti Tarcisio,” kata Felipe Arslan, CEO Morada Capital. “Anda mengeliminasi peluang Bolsonaro untuk kembali maju, dan opsi kedua ini justru mendorong optimisme pasar menjelang pemilu.”

Pasar Brasil sendiri nyaris tidak bereaksi terhadap vonis tersebut, karena sudah banyak diprediksi bahkan sebelum persidangan dimulai. Meski tanggapan AS masih menjadi risiko, investor menilai dampaknya terhadap prospek ekonomi nasional tidak signifikan. Sanksi baru dianggap tidak mungkin, dan jika pun ada, diperkirakan hanya menyasar individu—termasuk kemungkinan hakim-hakim MA—bukan langsung ke perekonomian Brasil.

Untuk saat ini, Freitas menyangkal bahwa dirinya akan mencalonkan diri, meski belakangan ia gencar meraih dukungan dari basis politik Bolsonaro. Dalam sebuah unjuk rasa pada Minggu lalu, Freitas menuduh pengadilan bertindak dengan “tirani” dan menyebut persidangan itu “cacat.”

Ia juga menyerukan undang-undang yang memberikan amnesti hukum bagi Bolsonaro. Usulan tersebut mendapat dukungan di majelis rendah, namun menghadapi penolakan di Senat serta kemungkinan digugat ke Mahkamah Agung karena alasan konstitusional.

Upaya Bolsonaro mempertahankan kendali atas gerakan politik yang ia bangun juga memicu spekulasi bahwa ia bisa saja melempar dukungan kepada anggota keluarganya tahun depan.

Eduardo Bolsonaro telah menyatakan minat maju jika sang ayah tidak bisa, meski kini ia terancam menghadapi dakwaan pidana setelah polisi menuduhnya menghalangi proses hukum sebelum persidangan dimulai.

Sementara itu, Senator Flavio Bolsonaro—putra sulung sang mantan presiden—dan mantan ibu negara Michelle Bolsonaro juga masuk dalam daftar nama yang disebut-sebut sebagai calon penerus dari keluarga konservatif berpengaruh tersebut.

(bbn)

No more pages