Logo Bloomberg Technoz

Depresi di Jakarta Tinggi, Pekerja Minta Asuransi Mental

Muhammad Fikri
11 September 2025 16:10

Ilustrasi Depresi (Envato/stokkete)
Ilustrasi Depresi (Envato/stokkete)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat Jakarta sebagai wilayah dengan tingkat depresi dan kecemasan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil skrining kesehatan jiwa per 15 Agustus 2025, gejala depresi di Jakarta mencapai 9,3 persen dan kecemasan 7,6 persen, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 1 persen.

Tingginya angka tersebut memunculkan sorotan terhadap kesehatan mental pekerja. Chika Valent, pekerja berusia 24 tahun yang merantau ke Jakarta, menyebut tekanan hidup di Ibu Kota membuat stres semakin tinggi. 

“Jauh dari keluarga dan nggak ada teman curhat bikin ngerasa stres. Kemacetan dan polusi bikin energi habis sebelum kerja,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Kamis (11/9/2025)


Chika mendukung penyediaan asuransi psikolog dan fasilitas konsultasi di kantor. “Mental sehat itu investasi produktivitas perusahaan,” katanya.

Dea Hardianingsih, pekerja berusia 27 tahun, menilai beban kerja, penghasilan minim, dan biaya psikolog yang mahal memperparah kondisi. Ia menilai perbaikan infrastruktur dan kenaikan upah minimum penting untuk mengurangi sumber stres, meski fasilitas psikolog tetap dibutuhkan.