Strategi Bertahan UMKM Lewat Media Sosial
Andrean Kristianto
30 January 2026 19:36
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah usai beberapa tahun lalu, tetapi pelaku UMKM masih menghadapi tekanan penurunan daya beli masyarakat. Pemilik merek menerapkan strategi pemasaran digital untuk menjaga keberlangsungan usaha serta memperluas jangkauan pasar.
Setiawan Ananto (44), pemilik merek tas Biyantie, menyampaikan dampak penurunan penjualan yang signifikan terhadap usahanya. “Omzetnya kalau sebelum covid bisa diatas Rp1M/perbulan, kalau sekarang mungkin 50%nya ga sampai, terasa banget penurunan, ya 70%,” kata Anan.
Baca Juga
Produk impor berharga murah juga menjadi tantangan bagi UMKM karena persaingan harga yang sulit diimbangi oleh biaya produksi dalam negeri.
“Agak susah kita main di harga murah, udah dipastikan ga bisa dari segi harga ga bisa, tapi kalau kualitas kita bisa lebih, karena apa, gaji produksi kan UMR, itu pasti rugi, kalau kita jual dibawah Rp100.000. Itu baru dari gaji belum, operasional, bahan baku kulitnya, ga masuk mau harga Rp100 ribuan kita yang ngos-ngosan,” ungkap Anan.
Pemanfaatan platform marketplace dan media sosial dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menghadapi persaingan produk impor. Strategi tersebut dilengkapi dengan live shopping di media sosial yang berdampak positif bagi pemasaran dan penjualan produk.
(dre)



























