Perbedaan Narasi di Publik, Komunikasi Pemerintah Dipertanyakan
Pramesti Regita Cindy
01 February 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perbedaan narasi yang disampaikan pejabat pemerintah ke ruang publik dinilai berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat serta memunculkan spekulasi mengenai soliditas internal pemerintahan, kata Peneliti Paramadina Public Policy Institute Wahyutama,
Hal ini sekaligus merespons beberapa Menteri presiden Prabowo Subianto yanng membantah pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin yang mengungkapkan rencana Presiden untuk mengganti jajaran direksi bank pelat merah yang merugikan negara, serta adanya pertemuan antara Prabowo dengan tokoh-tokoh nasional yang dinilai sebagai oposisi pemerintah.
"Apapun itu, hal ini dapat menimbulkan spekulasi tentang soliditas pemerintah. Hal yang dapat mengganggu upaya pemerintah dalam mengelola kepercayaan publik, apalagi di tengah krisis di pasar saham saat ini," kata Wahyutama kepada Bloomberg Technoz, Minggu (1/2/2026).
Selain itu, perbedaan narasi yang disampaikan kepada publik tersebut, lanjut Wahyutama, bahkan dapat ditafsirkan sebagai persoalan salah kelola atau mismanagement. Dugaan lain, menjadi cerminan adanya dinamika kekuasaan di dalam tubuh pemerintahan.
"Apalagi perbedaan pesan ini datang dari Menhan yang memang secara struktur organisasi kurang relevan membicarakan isu pergantian direksi bank BUMN," terang dia.






























