Logo Bloomberg Technoz

Data Beneficial Owner Akan Dibuka ke Publik Awal Februari

Pramesti Regita Cindy
01 February 2026 19:00

Direksi dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kabarnya menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI. Dok: BEI
Direksi dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kabarnya menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI. Dok: BEI

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaksana Tugas Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik memastikan data kepemilikan saham di bawah 5% atau beneficial owner akan dibuka ke publik pada awal Februari 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transparansi di pasar modal.

“Itu dapat kita lakukan nanti di awal Februari ini,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, menanggapi pertanyaan soal waktu pembukaan data kepemilikan saham di bawah ambang 5%, Minggu (1/2/2026).

Jeffrey menjelaskan, langkah transparansi tersebut berjalan beriringan dengan kebijakan peningkatan pasokan saham di pasar. Menurutnya, penambahan supply harus diimbangi dengan peningkatan demand agar pembentukan harga tetap efisien dan wajar.


“Kalau ada penambahan supply, ya harus ada penambahan demand. Supaya price discovery-nya tetap efisien dan tetap wajar,” kata dia.

Sementara itu, Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan investor asing mendorong peningkatan keterbukaan kepemilikan saham di pasar modal Indonesia hingga level yang lebih rendah, bahkan sampai 1%. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat transparansi sekaligus mencegah praktik pembentukan harga yang tidak wajar.