"Delegasi kami kirim, ahli Australia, Yordania kami terima waktu itu dengan delegasinya. Brasil sekarang sudah tanam gandum, mereka berhasil produksi 9 ton, kita sama sama tropis," jelasnya.
Amran menargetkan Indonesia dapat meningkatkan produksi gandum hingga 3.000 ton. "Kemudian ada ahli dari Yordania, yang datang khusus membantu kita. Kalau bisa diterapkan di Indonesia, 3.000 ton kita coba skala besar," imbuhnya.
Sebelumnya, RI telah menyepakati perjanjian kerja sama perdagangan untuk mengimpor minimal 1 juta metrik ton per tahun komoditas gandum dari Amerika Serikat (AS).
Nilai kesepakatan impor tersebut total US$1 miliar (setara Rp16,25 triliun) dengan skenario US$250 per tahun. Kesepakatan ini akan mulai berjalan pada 2026 hingga 2030 .
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) dengan US Wheat Association, Senin (7/7/2025).
"Kita sudah punya MoU dengan US Wheat untuk impor 1 juta metrik ton per tahun dari 2026-2030 dengan nilai minimum US$250 juta per tahun," ujar Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies saat dihubungi, Rabu (9/7/2025).
"Kami kesepakatannya secara B2B [bussiness-to-bussines]," ujar dia.
(ell)




























