Inflasi Meluas, Ini 7 Jalur Transmisi Kenaikan Harga Barang Impor
Mis Fransiska Dewi
03 June 2026 12:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami laju inflasi signifikan pada Mei 2026, yakni mencapai 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy). Menariknya, kenaikan harga tak lagi hanya terjadi pada komponen pangan, tetapi hampir seluruh kelompok pengeluaran, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kelompok makanan dan minuman naik 4,94%, transportasi 2,3%, restoran 2,24%, kesehatan 1,70%, pendidikan 1,15%, hingga perawatan pribadi mencapai 10,35%.
Ekonom menilai depresiasi rupiah memicu kenaikan harga berbagai komoditas impor, sehingga menyebabkan inflasi bertahan di level yang tinggi. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan setidaknya terdapat tujuh jalur transmisi kenaikan harga barang impor di tengah depresiasi rupiah yang berpotensi menjadi sumber tekanan inflasi baru pada 2026.
Josua menjelaskan hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup dari berbagai sisi sekaligus. Dalam ekonomi, kondisi ini disebut broad-based inflation atau inflasi yang menyebar ke seluruh sektor.
Menurut Josua, meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) tidak merinci sumber barang impor tersebut, tetapi jejaknya tetap bisa dibaca dan data BPS Mei 2026 memberi sinyal yang sangat jelas.




























