Logo Bloomberg Technoz

Kenali Jenis Gula & Tips Konsumsi Tanpa Cemas Diabetes

Referensi
28 August 2025 14:26

Ilustrasi Gula Darah Rendah (Envato)
Ilustrasi Gula Darah Rendah (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konsumsi gula berlebihan diam-diam menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka obesitas dan diabetes di Indonesia. Fenomena ini sering kali tidak disadari oleh masyarakat karena gula hadir dalam hampir semua makanan dan minuman sehari-hari. Dr. Puspo Edi Giriwono, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University sekaligus Kepala Southeast Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, mengungkap fakta penting seputar jenis-jenis gula serta cara mengonsumsi gula secara bijak.

Konsumsi Gula: Fakta Ilmiah dari IPB University

Ilustrasi pemanis. (Foto jpcom via freepik)

Dalam tayangan edukasi IPB Pedia di YouTube IPB TV, Dr. Puspo menjelaskan bahwa gula tidak hanya satu jenis, melainkan memiliki struktur beragam. Gula paling sederhana dikenal sebagai monosakarida, yang terdiri dari glukosa dan fruktosa.

“Glukosa dapat ditemukan dalam nasi dan kentang, sementara fruktosa banyak terdapat pada buah-buahan serta sayuran,” jelasnya. Meski sama-sama tergolong gula sederhana, keduanya memiliki sifat penyerapan yang berbeda di dalam tubuh.


Glukosa cenderung lebih cepat diserap, sehingga lonjakan gula darah juga lebih tinggi. Hal ini berbahaya bagi penderita diabetes yang harus menjaga kestabilan gula darahnya. Sementara fruktosa, meskipun terasa lebih manis, justru memiliki indeks glikemik lebih rendah, sehingga proses penyerapannya lebih lambat.

Jenis-Jenis Gula dan Sumbernya

Selain monosakarida, gula juga bisa berupa disakarida, yakni gabungan dua unit gula dasar. Contoh paling populer adalah sukrosa, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai gula pasir. Sukrosa tersusun atas satu unit glukosa dan satu unit fruktosa.