OJK Soroti Resiliensi Perbankan di Tengah Ketidakpastian Global
Recha Tiara Dermawan
24 August 2025 20:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan ketahanan sektor perbankan Indonesia masih solid, meski perekonomian global dibayangi ketidakpastian.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai perbankan nasional memiliki fondasi yang kuat dari sisi permodalan, likuiditas maupun kualitas aset, sehingga mampu menghadapi guncangan eksternal.
Dian menyebut per Juli 2025, rasio kecukupan modal (CAR) bank berada di level 25,81%, jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan regulator. Likuiditas juga terjaga, tercermin dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) sebesar 119,43% dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 27,08%.
"Kondisi ini menunjukkan perbankan cukup kuat dalam mengantisipasi risiko likuiditas, baik yang berasal dari gejolak pasar global maupun potensi peningkatan kebutuhan pembiayaan domestik," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/8/2025).
Kualitas aset perbankan juga dinilai stabil dengan rasio kredit bermasalah (NPL) pada posisi 2,28% dan Loan at Risk (LaR) turun menjadi 9,68%.




























