Pandemi menjadi titik awal bagi Lucy untuk mencari sumber penghasilan baru bagi keluarganya. Dengan memanfaatkan kemampuan mengolah makanan, ia mulai memproduksi cheese stick yang dipasarkan secara bertahap kepada lingkungan sekitar. Produk sederhana itu kemudian mendapat respons positif berkat cita rasa yang konsisten dan kualitas yang terus dijaga.
Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin kompetitif, Lucy menyadari bahwa kualitas produk saja belum cukup. Kepercayaan konsumen menjadi faktor penting agar usahanya mampu bertahan sekaligus berkembang di pasar yang lebih luas.
Karena itu, ia memutuskan melengkapi legalitas usahanya melalui sertifikasi halal. Menurut Lucy, kepemilikan sertifikat halal memberikan nilai tambah yang mampu meningkatkan keyakinan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
"Usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen," tutur Lucy.
Bagi Lucy, sertifikasi halal tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi modal penting dalam memperkuat daya saing produk. Dengan adanya pengakuan tersebut, ia semakin percaya diri saat menawarkan produknya kepada pelanggan maupun calon mitra usaha.
Kesempatan itu diperoleh melalui Program Sertifikasi Halal yang difasilitasi BRI. Melalui program tersebut, BUNCY mendapatkan pendampingan untuk melengkapi legalitas usaha sehingga memiliki fondasi yang lebih kuat dalam mengembangkan bisnis.
Pendampingan BRI Dorong UMKM Naik Kelas
Setelah memperoleh sertifikasi halal, Lucy melanjutkan proses pengurusan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Langkah tersebut dilakukan agar produk BUNCY memiliki legalitas yang semakin lengkap sekaligus membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas.
Menurutnya, kelengkapan legalitas memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha. Selain memperluas jangkauan pemasaran, keberadaan sertifikat halal dan PIRT turut meningkatkan kepercayaan konsumen sehingga berdampak pada pertumbuhan pendapatan.
"Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya," katanya.
Lucy mengaku proses pengurusan sertifikasi berjalan lebih mudah berkat pendampingan yang diberikan dalam program tersebut. Mulai dari pemenuhan persyaratan hingga penyelesaian administrasi, seluruh tahapan dilakukan dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus menjalankan bisnis.
Pendampingan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan UMKM di tengah persaingan pasar.
"Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini," ujar Lucy.
Kini BUNCY terus berkembang dengan keyakinan yang semakin besar. Dari usaha rumahan yang lahir pada masa pandemi, produk tersebut mampu memperluas pasar berkat kombinasi kualitas produk, legalitas usaha, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Perjalanan BUNCY menjadi gambaran bahwa akses terhadap program pemberdayaan mampu membantu UMKM meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pelatihan serta fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha di berbagai daerah. Program ini diharapkan mampu membantu UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus memenuhi standar yang dibutuhkan untuk memperluas akses pasar.
Selain memperoleh sertifikat halal, para pelaku usaha juga mendapatkan pendampingan sehingga mampu memahami proses legalitas usaha secara menyeluruh. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan UMKM yang lebih siap bersaing di pasar domestik maupun internasional.
Menurut Dhanny, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, BRI terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada akses pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas pelaku usaha.
"Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM naik kelas," imbuhnya.
Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI berharap semakin banyak UMKM yang mampu menjaga mutu produknya, memenuhi aspek legalitas, serta memiliki daya saing yang lebih tinggi. Dengan semakin lengkapnya legalitas usaha dan meningkatnya kepercayaan konsumen, BUNCY menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara pelaku UMKM dan program pemberdayaan BRI dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih sehat, berkelanjutan, dan siap naik kelas.