Logo Bloomberg Technoz

5 Pekerjaan Paling Diburu Perusahaan di Era Kecerdasan Buatan AI

Muhammad Fikri
22 July 2026 08:56

Papan iklan AI milik Robert Bosch GmbH pada sebuah pamerandi Beijing, China. dok: Qilai Shen/Bloomberg
Papan iklan AI milik Robert Bosch GmbH pada sebuah pamerandi Beijing, China. dok: Qilai Shen/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terus meningkat seiring semakin masifnya adopsi teknologi tersebut di berbagai sektor industri. Tak hanya profesi teknis, AI kini juga menjadi keterampilan yang dibutuhkan di bidang pemasaran, keuangan, sumber daya manusia (SDM), hingga manajemen proyek.

Laporan Coursera, dikutip Rabu (22/7/2026), mengungkapkan nilai pasar AI global diperkirakan melonjak dari sekitar US$371,7 miliar (setara Rp6.632 triliun) pada 2025 menjadi lebih dari US$2,4 triliun (setara Rp42.907 triliun) pada 2032. Pertumbuhan tersebut turut mendorong lonjakan permintaan tenaga kerja dengan keterampilan AI.

Mengutip data Indeed Hiring Lab, jumlah lowongan kerja yang mencantumkan kemampuan AI meningkat 134% sepanjang Februari 2020 hingga akhir 2025.


Di sisi lain, kesenjangan kompetensi masih menjadi tantangan. World Economic Forum menilai banyak profesional menyadari AI akan mengubah masyarakat, namun belum sepenuhnya memahami dampaknya terhadap pekerjaan mereka. WEF menyebut bahwa proses peningkatan keterampilan atau upskilling relatif  berjalan lebih lambat.

Laporan tersebut menyebut literasi AI menjadi salah satu kompetensi paling dicari pada 2026. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan kemampuan teknis seperti prompt engineering, machine learning, analisis data, hingga tata kelola dan etika AI.

Berikut lima profesi yang diperkirakan paling dibutuhkan seiring berkembangnya industri AI:

1. AI Engineer