Logo Bloomberg Technoz

Subsidi Rawan Naik Rp204 T Jika Rerata Harga Minyak Tembus US$100

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 July 2026 10:30

Oil pumping jack./Bloomberg-Anthony Prieto
Oil pumping jack./Bloomberg-Anthony Prieto

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center Of Reform On Economics (Core) mengestimasikan anggaran subsidi berisiko naik hingga Rp204 triliun jika rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) menembus US$100/barel atau lebih tinggi sekitar US$30 dari asumsi tahun ini di level US$70/barel.

Sementara itu, jika rerata realisasi ICP berada di sekitar US$90 per barel—seperti proyeksi harga minyak mentah dunia — maka anggaran subsidi bakal menambah Rp136 triliun.

Ekonom Core Yusuf Rendy Manilet memprediksi setiap kenaikan US$1 dari asumsi ICP sebesar US$70/barel,  terdapat potensi penambahan penerimaan negara sebesar Rp3,5 triliun dan peningkatan beban belanja negara Rp10,3 triliun.


Dengan begitu, setiap realisasi ICP lebih tinggi US$1 dari asumsi APBN, terdapat tambahan beban anggaran sekitar Rp6,8 triliun.

“Jika rata-rata ICP mencapai US$90/barel, tambahan defisit bisa mendekati Rp136 triliun. Jika rata-ratanya menyentuh US$100/barel, tekanannya dapat mencapai sekitar Rp204 triliun,” kata Yusuf ketika dihubungi, Rabu (22/7/2026).

Nodding donkey di Azerbaijan./Bloomberg-Taylor Weidman