Pemasangan tangga besi merupakan opsi terbaru dari TNGR untuk memastikan para pendaki tetap berada di jalur pendakian. Hal ini juga merupakan permintaan dari pihak kepolisian setempat, hingga masukan dari sejumlah pihak lainnya, termasuk dari warga sekitar dan para pendaki gunung setinggi 3.726 meter diatas permukaan laut tersebut.
Lebih lanjut, Yarman juga mengatakan setidaknya sejak Januari 2025, terdapat sebanyak 30 kecelakaan yang terjadi di jalur pendakian Gunung Rinjani, mulai dari para pendaki yang terkilir, hipotermia, hingga terpeleset di sejumlah titik jalur pendakian.
“Sekitar ada 30-an [kasus], ada yang hipotermia, ada yang sakit, ada yang terkilir, di tahun 2025 ini,” imbuhnya.
Sebagai informasi, dua kecelakaan terakhir yang terjadi di Gunung Rinjani dialami oleh dua pendaki asal luar negeri, yakni pendaki asal Brasil, Juliana De Souza yang tewas akibat terjatuh di kawah Gunung Rinjani.
Pendaki mancanegara lainnya yang mengalami kecelakaan setelah Juliana, yakni pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger yang mengalami kecelakaan di jalur Plawangan menuju Danau Segara Anak. Pendaki tersebut kemudian selamat setelah dilakukan evakuasi udara oleh Tim Search and Rescue (SAR).
(fik/spt)






























