Logo Bloomberg Technoz

“BPOM secara terus-menerus melakukan pengawasan pre- dan post-market untuk memastikan suplemen kesehatan yang beredar di Indonesia tetap memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu, serta tidak mengandung bahan berbahaya/dilarang,”ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengimbau masyarakat untuk memakai produk Blackmores yang sudah terdaftar.

Blacmores yang bermasalah di Australia diduga mengandung potensi toxic atau beracun dengan kandungan vitamin  B6 berlebih, yakni Super Magnesium+ dan Ashwagandha+.

“Pilih suplemen yang terdaftar di BPOM, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsanya jangan lupa,” ujarnya.

Seperti yang dilansir dari media Australia, news.com.au, warga Australia Dominic Noonan-O’Keeffe yang juga melaporkan kesehatannya mulai mengonsumsi Blackmores sejak Mei 2023. 

Ia meminum vitamin tersebut untuk meningkatkan kesehatan jelang kelahiran anak pertamanya.

Tak sadar bahwa produk magnesium tersebut mengandung vitamin B6 dalam kadar yang berpotensi "toxic".

Ia mengaku mengalami sejumlah gejala-gejala yang amat parah, yakni meliputi kelelahan, sakit kepala, kejang otot, jantung berdebar-debar, dan kehilangan sensasi.

(dec/spt)

No more pages