Logo Bloomberg Technoz

Menurut situs resminya, Coca-Cola versi original yang beredar di AS saat ini menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup), pemanis yang umum digunakan dalam produk kemasan karena lebih tahan lama, lebih manis, dan lebih murah dibanding gula biasa. Cleveland Clinic mencatat bahwa pemanis ini sering ditemukan dalam makanan ultra-proses.

Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat, Robert F. Kennedy Jr., dikenal vokal mengkritik maraknya makanan ultra-proses, yang biasanya menggunakan pemanis tersebut. Ia pernah menyatakan bahwa “sirup jagung fruktosa tinggi ada di mana-mana,” dan turut berkontribusi pada buruknya kesehatan masyarakat AS.

Departemen Pertanian AS memperkirakan produksi gula tebu domestik pada musim 2025–2026 akan menyumbang sekitar 30% dari total pasokan gula nasional. Sisanya berasal dari bit gula serta impor dari Meksiko dan negara lainnya.

Saham Archer-Daniels-Midland Co, produsen sirup jagung, tercatat turun hingga 8% dalam perdagangan lanjutan di New York. Sementara itu, saham Coca-Cola nyaris tak mengalami perubahan.

Presiden Corn Refiners Association, John Bode, mengkritik rencana penggantian sirup jagung dengan gula tebu. Ia menilai langkah ini bertentangan dengan komitmen Trump terhadap petani dan industri dalam negeri.

“Penggantian sirup jagung fruktosa tinggi dengan gula tebu akan mengorbankan ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur makanan AS, menekan pendapatan petani, serta meningkatkan impor gula asing — semua itu tanpa memberikan manfaat nutrisi apa pun,” ujar Bode.

Trump sendiri dikenal sebagai penggemar Diet Coke, yang menggunakan pemanis buatan aspartam. Awal tahun ini, CEO Coca-Cola James Quincey bahkan memberikan Trump botol Diet Coke edisi khusus sebagai kenang-kenangan pelantikannya.

(bbn)

No more pages