Logo Bloomberg Technoz

19 Juta Rakyat Indonesia Menganggur & Butuh Pekerjaan Layak

Redaksi
15 July 2025 13:29

Peserta melihat lowongan pekerjaan saat Bursa Kerja di ITC Permata Hijau, Jakarta, Selasa (13/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Peserta melihat lowongan pekerjaan saat Bursa Kerja di ITC Permata Hijau, Jakarta, Selasa (13/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kelesuan ekonomi domestik yang masih belum mampu bangkit kembali pada kecepatan seperti era prapandemi, berdampak besar pada makin banyaknya pengangguran dan angkatan kerja yang tak terserap di lapangan kerja yang memberi pendapatan layak.

Kemerosotan sektor manufaktur sebagai penyerap tenaga kerja yang signifikan, dalam satu dekade terakhir, berimbas tak kecil terhadap makin membludaknya jumlah orang yang belum memiliki pekerjaan layak, terpaksa mengais nafkah di sektor informal dengan upah rendah dan minim jaminan sosial serta rentan kehilangan penghasilan akibat ketidakpastian usaha.

Jumlah penduduk Indonesia yang berstatus pengangguran terbuka alias benar-benar menganggur, termasuk yang tergolong pengangguran terpaksa, makin membesar dalam lima tahun terakhir. Pecah pandemi pada 2020 silam yang memicu keterpurukan ekonomi, masih menyisakan efek sampai hari ini dan terancam kian parah tanpa adanya intervensi kebijakan yang tepat.


Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, total jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang. Sedangkan jumlah setengah pengangguran alias pengangguran terpaksa yang saat ini bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan tambahan, jumlahnya mencapai 11,67 juta orang.

Alhasil, total sebanyak 18,95 juta orang di Indonesia saat ini tak punya pekerjaan dan masih mencari pekerjaan lebih layak. Sementara sebanyak 37,62 juta orang juga masih berstatus pekerja paruh waktu yang kemungkinan besar sulit memberikan pendapatan layak.

Proporsi Pekerja Sektor Formal dan Informal di Indonesia (Bloomberg Technoz)