Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.869 per kilogram atau naik sebesar 2,33%.
Untuk beras kualitas submedium harganya pada Juni sebesar Rp12.675 per kilogram atau naik 1,25%. Sementara rata-rata harga beras pecah di penggilingan tercatat Rp13.333 per kilogram atau naik sebesar 2,71%.
"Dibandingkan dengan Juni 2024, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2025 untuk kualitas premium, medium, submedium dan pecah masing-masing naik sebesar 2,84%, lalu 4,51%, 4,66% dan 10,44%," kata Pudji.
Sementara harga beras di grosir juga mengalami inflasi sebesar 1,78% secara bulanan dan 4,16% secara tahunan. Di tingkat eceran, harga beras mencatat inflasi sebesar 1% mtm dan 3,38% yoy.
"Harga beras yang kami sampaikan adalah rata-rata harga beras mencakup berbagai kualitas dan di seluruh wilayah Indonesia," jelas Pudji.
Kenaikan harga beras pada Juni terjadi ketika produksi padi di Indonesia diperkirakan meningkat pada periode Juni-Agustus.
BPS memperkirakan, produksi padi pada periode tersebut mencapai 14,03 juta ton GKG atau naik 13,94% dibanding Juni-Agustus 2024.
Sementara pada Mei, produksi padi diperkirakan turun 22,74% dibanding Mei tahun sebelumnya, mencapai 4,98 juta ton GKG.
Selama periode Januari-Agustus 2025, produksi padi diperkirakan mencapai 43,34 juta ton GKG, naik 14,11% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Pudji, peningkatan produksi beras harus diiringi distribusi yang seimbang. "Harga beras biasanya mengikuti mekanisme dan respon pasar dan perilaku perberasan," kata Pudji.
(rui)



























