Logo Bloomberg Technoz

Thailand Kembali Hadapi Krisis Politik, Ancam Pemulihan Ekonomi

News
20 June 2025 14:10

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra. (Dok: Bloomberg)
Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra. (Dok: Bloomberg)

Suttinee Yuvejwattana dan Claire Jiao - Bloomberg News

Bloomberg, Thailand tengah menghadapi krisis politik baru yang berpotensi mengguncang perekonomian nasional, yang saat ini sudah berada di ambang resesi teknikal dan tertekan oleh ketidakpastian perdagangan global.

Meskipun Perdana Menteri (PM) Paetongtarn Shinawatra masih berupaya mempertahankan koalisi pemerintahannya di tengah konflik internal yang membesar, para analis memperingatkan bahwa dampaknya bisa melumpuhkan legislasi penting, mengganggu negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS), serta menggoyahkan kepercayaan investor terhadap aset-aset Thailand yang memang sudah berkinerja buruk.


Kondisi dapat menjadi lebih parah jika pemerintahan Paetongtarn—yang baru berusia satu tahun—gagal dipertahankan. Gagalnya pemerintahan ini dapat menggagalkan upaya pemulihan ekonomi yang tahun lalu tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Sebelumnya, pendahulu Paetongtarn digulingkan oleh putusan pengadilan, dan ayahnya juga pernah dijatuhkan melalui kudeta militer.

“Ketidakpastian politik yang meningkat dan berpotensi berkepanjangan kini menjadi bayang-bayang bagi ekonomi yang sudah lemah,” ujar Vishnu Varathan, Kepala Riset Makro Asia (di luar Jepang) dari Mizuho Bank Ltd, dalam catatannya. Ia menyarankan agar Bank Sentral Thailand mempertimbangkan pemangkasan suku bunga sebesar 50–75 basis poin. “Dengan kepercayaan bisnis yang sudah tergerus dan sentimen yang rapuh, stimulus tambahan dibutuhkan segera.”