Logo Bloomberg Technoz

Alarm Ketenagakerjaan Saat Automasi Industri Tekstil Kian Nyata

Sultan Ibnu Affan
27 May 2023 18:30

Ilustrasi Pabrik Tekstil. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Pabrik Tekstil. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengusaha memprediksi serapan tenaga kerja di sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) makin menyusut pada masa mendatang, berbanding lurus dengan makin banyaknya pabrikan yang banting setir ke sistem automasi guna mengakali kenaikan beban upah pekerja.

Mengutip data terbaru Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia menembus 13.634 orang per kuartal I-2023.

Korban PHK terbanyak tercatat berasal dari wilayah Jawa Barat sejumlah 5.603 orang, disusul Jawa Tengah 4.887 orang. Kedua provinsi tersebut diketahui merupakan basis industri TPT di Tanah Air.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri tekstil menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja per tahun. Dengan kontribusi anual sekitar 14% terhadap total serapan pekerja di dalam negeri, industri ini menjadi sektor padat karya kedua terbesar di Indonesia setelah makanan dan minuman (mamin).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patricia Sutanto tidak menampik PHK di sektor TPT masih berlanjut pada 2023, sejalan dengan proyeksi bahwa kinerja industri tersebut justru akan kian melemah tahun ini.