Deal Tarif RI–AS Tak Jamin Selamatkan Industri Tekstil Nasional
Sultan Ibnu Affan
06 March 2026 13:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dinilai tak serta merta memperbaiki kondisi industri tekstil nasional. Meski terdapat peluang akses pasar yang lebih terbuka, struktur rantai pasok yang panjang membuat sektor tersebut tetap rentan terdampak kebijakan perdagangan baru tersebut.
Direktur Prognosa, Garda Maharsi mengatakan sektor tekstil Indonesia berpotensi mengalami tekanan apabila seluruh klausul dalam kesepakatan reciprocal trade antara kedua negara benar-benar diterapkan.
“Untuk sektor tekstil, terlihat bahwa ketika kebijakan ini berjalan penuh, sektor tekstil Indonesia tidak bisa kembali ke kondisi semula tanpa adanya intervensi kebijakan dari pemerintah,” kata Garda di Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).
Menurut Garda, karakter industri tekstil yang memiliki mata rantai produksi panjang—mulai dari bahan baku hingga produk garmen—membuat sektor ini sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan perdagangan.
Garda menjelaskan, kesepakatan tersebut membuka peluang ekspor produk hilir seperti pakaian dan garmen ke pasar Amerika Serikat. Tetapi, pada yang sama, terdapat klausul yang memungkinkan masuknya bahan baku AS seperti kapas dan produk petrokimia dalam jumlah besar.




























