“Jadi hanya ditaruh, didudukan, ditaruh saja. Jadi nanti ketika misalnya itu selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah. Jadi untuk kunjungan itu lebih kepada kita mempersiapkan fasilitas yang memudahkan kunjungan Presiden Macron agar bisa menikmati keindahan dan kemegahan Borobudur secara keseluruhan,” ucap Hasan.
Dalam kaitan itu, Hasan menyatakan Macron meminta langsung untuk mengunjungi salah satu keajaiban dunia tersebut. Nantinya, Presiden Prabowo Subianto akan mendampingi Macron dalam kunjungan tersebut.
Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Sekretaris Kabinet telah memulai persiapan kunjungan Macron dengan melakukan pertemuan dengan Duta Besar Prancis untuk RI, Fabien Penone. Selasa (13/5/2025), mereka berkoordinasi teknis dan substansi rencana kunjungan Macron.
“Pertemuan ini diharapkan akan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor,” demikian tertulis dalam unggahan Sekretariat Kabinet, dilansir dari Sekretariat Presiden, Rabu (14/5/2025).
Dalam keterangan Sekretariat Presiden tersebut, dijelaskan bahwa Prancis merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki hak veto, serta sebagai negara dengan kekuatan ekonomi ketujuh terbesar di dunia. Dengan begitu, Prancis diklaim sebagai mitra strategis Indonesia dalam berbagai isu global dan kawasan.
Prabowo dan Macron terakhir kali bertemu dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil pada bulan November 2024 lalu. Pemerintah, menyatakan menyambut rencana kunjungan Macron dan berharap kunjungan tersebut menghasilkan capaian yang mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin selama lebih dari 70 tahun.
"Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama konkret dalam menghadapi tantangan global," kata Sekretariat Presiden.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noél juga telah mengunjungi Prabowo pada akhir Maret lalu, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan lawatan Macron ke Tanah Air. “Saya rasa kami telah melakukan diskusi yang sangat produktif dengan Presiden Prabowo, dalam rangka mempersiapkan kunjungan Presiden Macron yang akan datang,” tulis Jean-Noél Barrot di Istana Negara, Rabu (26/3/2025).
Menlu Barrot juga mengutarakan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo setelah melakukan pertemuan tersebut. Menurutnya pihak Indonesia telah mempersiapkan dengan baik pertemuan dengan Presiden Marcon pada Mei 2025.
“Kunjungan ini akan menjadi kesempatan untuk merayakan 75 tahun hubungan antara Indonesia dan Prancis, membuka babak baru dalam hubungan kami dengan tujuan memperkuat kedaulatan bersama serta bergabung dalam upaya menyelesaikan beberapa isu penting abad ini, termasuk krisis regional maupun isu global,” tambahnya.
(azr/frg)





























