Logo Bloomberg Technoz

Bidik 2 Juta Ton Nikel Saprolit, Vale Revisi RKAB Blok Bahodopi

Nyoman Ary Wahyudi
30 April 2025 10:30

Pengangkutan tanah oleh excavator ke truk di Sorowako milik PT Vale Indonesia. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)
Pengangkutan tanah oleh excavator ke truk di Sorowako milik PT Vale Indonesia. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah merevisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) untuk mengamankan produksi sekitar 2 juta ton bijih nikel kadar tinggi atau saprolit tambahan dari Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah. 

Manuver itu dilakukan Vale seiring dengan ekspansi penjualan bijih nikel saprolit yang dibukukan perseroan awal 2025. Vale sebelumnya hanya menjual produk pemurnian dari smelter mereka berbentuk nickel matte.

Wakil Presiden Direktur Vale Indonesia, Abu Ashar, mengatakan perseroan tetap menjaga produksi di tengah percepatan jadwal pemeliharaan akibat penghentian secara tak terduga salah satu tanur listrik INCO.


“Kami sekaligus memanfaatkan kesempatan ini untuk mempercepat jadwal pemeliharan dari triwulan ketiga ke triwulan pertama 2025,” kata Ashar lewat keterangan resmi, dikutip Rabu (30/4/2025).

Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian

Selepas revisi RKAB itu, manajemen Vale memperkirakan jadwal operasi dari Blok Bahodopi bisa dimulai akhir kuartal II-2025 atau awal kuartal III-2025.