Logo Bloomberg Technoz

Mau Dikembangkan RI Buat Tekan Impor LPG, Apa Itu CNG?

Dovana Hasiana
04 May 2026 12:50

Sebuah pompa gas alam terkompresi (CNG) berada di fasilitas Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg
Sebuah pompa gas alam terkompresi (CNG) berada di fasilitas Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru-baru ini menyatakan niat mengembangkan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG), termasuk dengan format tabung 3 kilogram a la Gas Melon.

Dia mengeklaim penggunaan CNG memiliki biaya yang lebih murah sekitar 30% hingga 40%, tetapi tidak menjelaskan pembandingnya.

Menurut Bahlil, langkah ini dilakukan untuk menggantikan impor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) yang menembus 7 juta ton per tahun.


“CNG ini adalah sama juga gas, tetapi dia bukan LPG, dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran, dan beberapa [dapur] MBG-MBG. Namun, untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat dan ini cost lebih murah 30%—40%,” kata Bahlil dalam pidatonya di acara Himpunan Alumni IPB, akhir pekan lalu.

Sebuah tangki CNG terletak di dekat sebuah bus milik pemerintah daerah di fasilitas Montgomery County Fleet Management Services di AS./Bloomberg

Lalu, apa itu CNG?