Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang Surplus US$3,32 M Maret 2026, 71 Bulan Beruntun

Mis Fransiska Dewi
04 May 2026 12:10

Kondisi neraca dagang Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Kondisi neraca dagang Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia pada Maret 2026 tercatat mengalami surplus US$3,32 miliar.

Artinya, neraca perdagangan sudah surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kendati demikian, nilainya menurun dibanding surplus pada Maret 2025 yang saat itu mencapai US$4,33 miliar.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan surplus neraca dagang pada Maret 2026 lebih ditopang komoditas nonmigas, yakni surplus US$5,21 miliar. komoditas penyumbang surplus pada kelompok ini terutama adalah lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.


"Neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit US$1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah hasil minyak dan gas," kata Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Surplus Neraca Dagang Kumulatif Merosot Separuh