Logo Bloomberg Technoz

Harga Sulfur Terbang, Vale Kembangkan Alternatif Stok dari Pirit

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 April 2026 11:01

Sampel inti batuan bermutu tinggi yang menunjukkan adanya kuarsa dan pirit terletak di antara deretan sampel inti batuan lainnya./Bloomberg-Matthew L.
Sampel inti batuan bermutu tinggi yang menunjukkan adanya kuarsa dan pirit terletak di antara deretan sampel inti batuan lainnya./Bloomberg-Matthew L.

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sedang melakukan kajian pengembangan sulfur dari pirit (pyrite) atau mineral besi sulfida untuk mengurangi impor komoditas tersebut, yang saat ini harganya tengah melambung dan sulit didapatkan.

Head of Studies and Exploration INCO Tyas Agustinus Rabudianto mengungkapkan, dalam studi tersebut, pirit dicampurkan dengan sulfur dengan rasio 25% pirit dan 75% sulfur. Nantinya, campuran pirit bakal terus ditingkatkan.

“Ini kita tes di smelter kita dalam beberapa range blending ratio menggantikan sulfur yang lainnya. Jadi misalnya 25% dulu gantiin, posisinya masih ini, nanti 50% naik-naik lagi,” kata Tyas ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).


Tyas menjelaskan pirit umumnya ditemukan dalam sisa pengolahan emas dan sejauh ini hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan.

Jaring logam menutupi batuan kuarsa dan pirit di langit-langit proyek emas Curraghinalt./Bloomberg-Matthew Lloyd

Dia menambahkan saat ini uji coba yang dilakukan sudah dilangsungkan dalam dua tahap. Dari hasil pengujian, penggunaan pirit tak membuat adanya perubahan pada produk hasil olahan nikel.