Video Amien Rais Diblokir, Partai Ummat: Sensor Rezim Represif
Farid Nurhakim
03 May 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi merespons hilangnya video opini Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais dari kanal YouTube pribadinya. Dalam video tersebut, Amien Rais menuding Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel (Letkol) TNI Teddy Indra Wijaya mempunyai hubungan yang melewati batasan profesional.
Menurut Ridho, video opini Amien Rais yang sudah tak dapat diakses ini merupakan bentuk represif, di mana pemerintah takut atas kritik. “Tidak bisa diaksesnya video tersebut adalah bentuk sensor khas rezim represif, yang takut setengah mati terhadap kritik,” kata Ridho kepada Bloomberg Technoz, Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan penelusuran Bloomberg Technoz, video tersebut terpantau tidak tersedia di kanal YouTube milik Amien Rais. Ridho juga mengeklaim pihaknya tak pernah melakukan penurunan (take down) video dan video itu masih dapat diakses dari luar negeri.
“Pemerintah yang meminta YouTube untuk membatasi, sebagaimana informasi yang kami dapatkan dari tangkapan layar ketika mengakses link (tautan) menuju video tersebut. Kemkomdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) mengambil langkah ceroboh berdasarkan analisis yang mentah dan prematur, menyimpulkan ini hoax (hoaks) dan lain sebagainya,” kata Ridho.
Dia menyebut, seharusnya pemerintah tetap pada substansi dengan apa yang disampaikan Amien Rais terkait Seskab Letkol TNI Teddy Indra Wijaya dan mengklarifikasinya. Ridho menerangkan, apa yang disampaikan Amien Rais adalah kegelisahan yang telah meluas di masyarakat.























