Logo Bloomberg Technoz

Cadangan Nikel Vale 1,18 M Ton, Bisa Ditambang Sampai 20 Tahun

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 April 2026 12:20

Area pembuangan terak yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Area pembuangan terak yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melaporkan posisi cadangan nikel per 31 Desember 2025 mencapai 1,18 miliar ton basah atau sekitar 664 juta ton kering. Cadangan tersebut dapat ditambang hingga 20 tahun.

Akan tetapi, Vale juga memiliki sumber daya nikel sekitar 1,67 miliar ton basah atau setara dengan 1 miliar ton kering. Dengan demikian, cadangan perseroan masih dapat ditingkatkan menjadi tahan untuk 50 tahun penambangan.

Head of Studies and Exploration INCO Tyas Agustinus Rabudianto mengungkapkan cadangan nikel yang belum ditambang terdiri dari 695,57 juta ton basah limonit (nikel kadar rendah) dan 489,40 juta ton basah saprolit (kadar tinggi).


Untuk sumber daya, besaran bijih limonit diperkirakan mencapai 657,1 juta ton basah dan saprolit sebesar 1,02 miliar ton basah.

At least 20 tahun. Untuk yang kita yang cadangan itu kita masih punya resource yang belum kita pakai. Satu setengah kali yang di sekarang. Kalau dijumlahkan bisa total 50-an tahun,” kata Tyas dalam diskusi publik di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

Pengangkutan tanah oleh excavator ke truk di Sorowako milik PT Vale Indonesia. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)