P2G: Menutup Prodi Bukan Solusi Pengangguran Lulusan
Dinda Decembria
04 May 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang akan mengevaluasi hingga menutup program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri.
Kebijakan tersebut dinilai prematur dan berangkat dari diagnosis yang keliru.
Kepala Litbang Pendidikan P2G, Feriyansyah, menilai persoalan utama pendidikan tinggi di Indonesia bukan terletak pada banyaknya program studi, melainkan pada lemahnya sinkronisasi antara tata kelola pendidikan tinggi, distribusi mahasiswa, dan kesiapan ekosistem industri nasional.
“Jangan buru-buru menyalahkan program studi sebagai penyebab pengangguran lulusan. Data justru menunjukkan problem utamanya adalah ketidaksinkronan perencanaan negara. Menutup prodi adalah jalan pintas birokrasi, bukan reformasi pendidikan tinggi,” ujar Feriyansyah dalam keterangan tertulis dikutip Senin (4/5).
Ia menambahkan, pendekatan penutupan prodi menunjukkan cara pandang yang terlalu teknokratis, di mana universitas diposisikan hanya sebagai pemasok tenaga kerja industri, bukan sebagai institusi pembentuk nalar kritis dan peradaban bangsa.






























