Manufaktur RI Kontraksi di April, Saat Malaysia Melejit
Redaksi
04 May 2026 13:02

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global pada April tercatat 49,1, turun dari 50,1 pada Maret. Aktivitas manufaktur Indonesia ,enjadi yang terendah sejak Juni tahun lalu.
Bersamaan dengan itu, komponen output turun menjadi 46,2 dari posisi Maret 48,9, sekaligus menandakan posisi terendahnya sejak Mei 2025. Hal ini juga mendandai kontraksi selama dua bulan beruntun.
Penurunan PMI manufaktur ke level 49,1 mengindikasikan bahwa sektor industri kembali masuk ke fase kontraksi, setelah sempat berada di zona ekspansi pada Maret.
Level di bawah 50 secara umum menggambarkan adanya pelemahan aktivitas, dan fakta bahwa ini menjadi level terendah sejak pertengahan 2025, mempertegas bahwa tekanan pada sektor riil mulai meningkat.
Lebih dari itu, komponen output yang turun ke 46,2 juga mengindikasikan adanya pelemahan permintaan domestik maupun eksternal, serta adanya potensi penyesuaian tenaga kerja, atau kapasitas produksi.





























