Logo Bloomberg Technoz

Susul Nikel, Kuota Produksi Batu Bara Berpotensi Segera Menipis

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 April 2026 14:00

Barges transporting coal on the Mahakam River in Samarinda, East Kalimantan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Barges transporting coal on the Mahakam River in Samarinda, East Kalimantan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) khawatir kuota produksi pada sejumlah tambang batu bara bakal segera habis, sebagaimana yang terjadi pada tambang nikel milik PT Weda Bay Nickel (WBN).

Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesen mencatat pemangkasan kuota produksi  batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 juga terbilang cukup besar, mencapai 25% dari produksi tahun lalu sekitar 817 juta ton menjadi sekitar 600 juta ton.

Walhasil, terdapat potensi tambang batu bara sudah kehabisan kuota produksi dalam RKAB 2026 sebagaimana yang terjadi pada salah satu tambang besar nikel. Adapun, kuota produksi bijih nikel tahun ini disetujui sekitar 260—270 juta ton, turun dari tahun lalu sekitar 379 juta ton.


“Kalau bicara in-total, bagaimanapun juga 25% itu angka yang sangat besar. Dari sebelumnya 800 [juta ton] menjadi cuma 600 [juta ton], kan 200 juta [juta ton]. Iya [ada potensi kuota produksi tambang habis]. Memang sekarang belum kelihatan ya, tetapi impaknya nanti,” kata Ardhi ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Aktifitas tambang Bayan Group. Dok. Bayan Resources

Perhitungan Kerugian