"Batik ini bukan hanya tentang kain, tapi juga tentang memberdayakan masyarakat,” tutur Umbar penuh semangat.
Kini, Batik Tulis Soedjono memiliki sembilan karyawan tetap dan lima penjahit paruh waktu, semuanya berasal dari komunitas lokal. Sebagai UMKM binaan BRI Unit Sugio, Lamongan, usaha ini mendapat berbagai pelatihan dan akses pasar yang lebih luas.
"Dulu, saya hanya fokus produksi tanpa tahu cara menjual. Berkat mentoring dari BRI dan dukungan istri, usaha ini akhirnya berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Tak hanya sukses di pasar domestik, Batik Tulis Soedjono juga menembus pasar internasional. Pada 2022, usaha ini menerima pesanan khusus dari Singapura dengan motif khas Lamongan bernama Daliwangun—kombinasi unik antara burung dali dan pohon wangun yang melambangkan identitas lokal.
Permintaan juga terus datang dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Medan, Samarinda, Batam, dan Ternate.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa BRI UMKM EXPO(RT) 2025 merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Program ini bertujuan membuka akses UMKM ke pasar global serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. BRI akan terus mendorong perluasan lapangan kerja melalui pemberdayaan UMKM dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Hendy.
Dalam penyelenggaraan ke-6 ini, BRI UMKM EXPO(RT) menghadirkan lebih dari 1.000 UMKM terpilih yang dipamerkan dalam lima kategori utama, dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 63.000 orang selama empat hari pelaksanaan dari 30 Januari hingga 2 Februari 2025.
(tim)






























