Dari daftar tersebut, sektor perbankan dan energi tampak mendominasi. Empat bank besar Indonesia yaitu BRI, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil masuk 10 besar dengan skor ESG tinggi.
Selain BRI yang meraih peringkat pertama dengan skor 86, BNI dan Bank Mandiri juga sama-sama mencatatkan skor tinggi yakni 83, sementara BCA mengamankan posisi ke-8 dengan skor 79.
Di sisi lain, industri batu bara juga menonjol dalam daftar ini, dengan Indo Tambangraya Megah (85), Bumi Resources (85), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan skor 80, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan skor 78 masuk dalam peringkat atas. Hal ini menunjukkan adanya upaya perusahaan tambang dalam meningkatkan transparansi dan keberlanjutan operasional mereka.
Selain sektor keuangan dan energi, beberapa perusahaan dari industri lain juga meraih skor ESG tinggi. Unilever Indonesia Tbk, yang bergerak di bidang produk konsumen, mencatatkan skor 80, sementara Semen Indonesia Tbk dari sektor material konstruksi memiliki skor 71.
Di sektor farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan skor ESG sebesar 68. Sementara itu, perusahaan media PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga masuk daftar dengan skor 66.
(rtd/hps)






























