Dalam ajang yang digelar di Hotel Four Seasons, Hong Kong, pada Selasa (31/03), Pegadaian dinobatkan sebagai pemenang kategori “Best Social Bond/Sukuk - Non Bank Financial Institution (NBFI)”. Capaian ini menjadi bukti pengakuan internasional terhadap inovasi dan kontribusi Pegadaian dalam sektor pembiayaan sosial.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pegadaian dalam menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 serta Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan Tahap III Tahun 2025. Total nilai dari kedua instrumen tersebut mencapai Rp3,49 triliun.
Instrumen pembiayaan ini dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat. Fokus utama dari penerbitan ini adalah mendorong inklusi keuangan serta memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan.
Keberhasilan Pegadaian tidak lepas dari kemampuannya dalam mengintegrasikan prinsip Sustainable Finance ke dalam strategi pendanaan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dampak sosial.
Penilaian dilakukan oleh tim juri independen dari The Asset yang meninjau berbagai aspek penting. Di antaranya adalah tingkat inovasi instrumen keuangan, kekuatan peringkat kredit, serta keberhasilan dalam eksekusi penerbitan di pasar modal.
Strategi Pendanaan Berkelanjutan Perkuat Inklusi
Kesuksesan ini juga didukung oleh sinergi kuat dengan berbagai mitra strategis di sektor keuangan. Dalam proses penerbitan obligasi dan sukuk tersebut, Pegadaian menggandeng sejumlah Joint Lead Underwriters terkemuka.
Beberapa di antaranya adalah PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas. Kolaborasi ini memastikan proses penerbitan berjalan optimal dan kredibel.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan refleksi dari komitmen perusahaan dalam menjalankan fungsi sosialnya.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menjalankan amanah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi nasional melalui instrumen keuangan yang inovatif. Kami akan terus memastikan bahwa setiap langkah transformasi digital dan finansial yang kami lakukan agar memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, selaras dengan semangat kami untuk terus MengEMASkan Indonesia,” ujar Ferdian.
Menurutnya, Pegadaian tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga berupaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar global dalam industri keuangan.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Pegadaian sebagai penggerak ekonomi rakyat. Perusahaan terus mendorong akses pembiayaan yang inklusif, terutama bagi segmen masyarakat yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan formal.
Selain itu, Pegadaian juga optimistis bahwa capaian ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan nasabah. Dengan rekam jejak yang kuat dalam penerapan keuangan berkelanjutan, perusahaan berpeluang menjadi role model di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro sejak 2021 bersama BRI dan PNM, Pegadaian memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia.
Di sisi lain, Pegadaian juga terus memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia. Sejak memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024, perusahaan mampu menghadirkan berbagai layanan berbasis emas yang inovatif.
Layanan tersebut mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas. Inovasi ini memberikan alternatif investasi yang aman dan mudah diakses oleh masyarakat.
Tak hanya itu, Pegadaian juga menyediakan berbagai produk investasi emas seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas. Produk-produk ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan kebutuhan yang beragam.
Seluruh layanan Pegadaian kini dapat diakses dengan mudah melalui jaringan outlet, agen, serta aplikasi digital Tring!. Platform ini menjadi bagian penting dalam transformasi digital perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan.
Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat. Melalui layanan keuangan yang inklusif, perusahaan berupaya menciptakan dampak positif yang luas bagi komunitas.
Dengan pencapaian di ajang internasional ini, Pegadaian menunjukkan bahwa perusahaan nasional mampu bersaing di panggung global. Inovasi, kolaborasi, dan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi kunci utama dalam meraih prestasi tersebut.
Ke depan, Pegadaian bertekad untuk terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus pada keuangan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.