Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Akui Sektor Keuangan Dangkal, Sulit Dukung Investasi

Redaksi
21 May 2024 15:30

Ilustrasi Bank Indonesia (Bloomberg Technoz)
Ilustrasi Bank Indonesia (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mengakui salah satu tantangan besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional adalah masih rendahnya tingkat tabungan dalam negeri untuk membiayai pembangunan.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025 bertajuk ‘Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’ dipaparkan, celah tabungan dan investasi atau Saving-Investment Gap telah menjadi isu fundamental bagi perekonomian Indonesia.

"Sektor keuangan masih dangkal untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi," demikian tercantum dalam KEM-PPKF 2025.

Dokumen tersebut juga menggambarkan, apabila dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih berada pada tingkatan rendah terkait kedalaman sektor keuangan terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Pada tahun 2021, aset bank terhadap PDB hanya sebesar 59,5%, dengan kapitalisasi pasar modal sebesar 48,3%," tercantum dalam dokumen.