Logo Bloomberg Technoz

Kinerja & Pangsa Kredit UMKM Terus Merosot, BI Ungkap Penyebabnya

Lavinda
08 February 2026 16:35

Tak Semua Dihapus, Ini Kriteria Kredit UMKM yang Bisa Diputihkan (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Tak Semua Dihapus, Ini Kriteria Kredit UMKM yang Bisa Diputihkan (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Pontianak - Realisasi pertumbuhan kredit segmen usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) semakin lama semakin menyusut, di tengah munculnya serentetan program prioritas pemerintah yang diklaim turut mendukung pertumbuhan kinerja UMKM.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), realisasi kredit UMKM sepanjang 2025 mengalami kontraksi 0,3% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Secara rinci, Realisasi kredit usaha kecil meningkat 6,8%, usaha menengah terkontraksi -2,02%, dan usaha mikro bahkan mengalami kontraksi hingga -4,68%. 

Berdasarkan Porsinya, pangsa kredit UMKM juga terus merosot dari tahun ke tahun. Pada Desember 2023, pangsa kredit UMKM tercatat sebesar 20,55% terhadap seluruh total kredit. Kemudian, menurun menjadi 19,24% pada Desember 2024. Lalu kembali menyusut menjadi 17,49% sampai Desember 2025.


Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis menjelaskan perlambatan kredit UMKM terjadi seiring dengan risiko yang semakin tinggi, sehingga menyebabkan bank meningkatkan lending appetite atau tingkat risiko bersedia diambil perbankan.

Pada 2026, Bank Indonesia menargetkan pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan bisa mencapai 8%-12%. Menurut dia, bank sentral mematok target ambisius tersebut karena meyakini bahwa hampir seluruh variabel pada data indikator mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia mampu mencapainya.