Logo Bloomberg Technoz

Tunggu Rilis Cadev dan Bos BI, Rupiah akan Cenderung Tertekan

Tim Riset Bloomberg Technoz
08 May 2024 07:40

Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif di kisaran terbatas antara Rp16.000-Rp16.100/US$ pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (8/5/2024). Rupiah menanti rilis data cadangan devisa RI pada April yang diprediksi akan tergerus cukup besar terkuras kebutuhan bank sentral mengintervensi tekanan sepanjang bulan lalu.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk memberikan review atas perkembangan ekonomi saat ini pada siang nanti pukul 14.00 WIB. Dari pasar mancanegara, rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed). Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga di level saat ini untuk jangka waktu lebih lama sampai diyakini inflasi bergerak di jalur yang tepat ke target 2%. 

“Skenario yang paling mungkin adalah kita duduk di sini untuk jangka waktu yang lama,” kata Kashkari dalam Konferensi Global Milken Institute, seperti dilansir dari Bloomberg News. “Jika inflasi mulai turun kembali atau kita melihat beberapa pelemahan nyata di pasar tenaga kerja maka hal itu mungkin menyebabkan kita menurunkan suku bunga. Atau jika pada akhirnya kami yakin bahwa inflasi sudah tertanam atau mengakar sekarang pada angka 3% dan kami perlu naik [menaikkan bunga lebih tinggi], kita akan melakukan itu jika diperlukan,” kata Kashkari.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) semalam ditutup stabil di 105,42, sementara aksi beli masih marak di pasar surat utang AS, Treasury, mencerminkan optimisme pelaku pasar akan prospek pemotongan bunga The Fed dua kali tahun ini. Adapun saham-saham di Wall Street masih ditutup hijau meski penguatannya mengecil.

Rupiah kemarin ditutup melemah tipis 0,13% ke level Rp16.046/US$ sejalan dengan pelemahan mata uang Asia lain. Tekanan terbatas rupiah diimbangi oleh aksi beli yang masih berlangsung di pasar surat utang negara dengan yield SBN 10Y sempat menyentuh 6,88%. Sedangkan IHSG ditutup turun tertekan koreksi harga saham-saham berkapitalisasi besar.

Analisis teknikal