Logo Bloomberg Technoz

RI Kaji Kembangkan Baterai LFP untuk EV, Lebih Murah dari Nikel

Sultan Ibnu Affan
01 March 2024 11:10

Ilustrasi baterai LFP. (Unsplash/Kumpan Electric)
Ilustrasi baterai LFP. (Unsplash/Kumpan Electric)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah kembali memastikan untuk membuka peluang pengembangan baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis lithium ferro phosphate (LFP) bersamaan dengan baterai berbasis nikel.

Deputi Bidang  Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan peluang itu tengah dikaji, seiring dengan mulai masifnya integrasi RI dalam pengembangan rantai pasok EV.

"LFP ini kita lihat ya, mungkin nanti dalam 2 tahun ke depan, karena ekosistemnya mulai tumbuh di Indonesia," ujar Seto saat ditemui, Kamis (29/2/2024).

Seto pun menilai proses pembuatan baterai LFP lebih mudah dibandingkan dengan baterai EV berbasis nikel. Dengan demikian, peluang pengembangan bahan baku baterai yang sempat memicu perdebatan beberapa waktu lalu itu makin terbuka lebar.

Dia mengatakan Indonesia, sebagai negara yang memilii sumber daya nikel terbesar dunia, pun tak serta-merta hanya akan memanfaatkan komoditas mineral itu untuk menjadi hub dalam rantai pasok EV global ke depan.