Logo Bloomberg Technoz

ESDM Kode Belum Akan Merelaksasi Produksi Nikel di RKAB 2026

Sabrina Mulia Rhamadanty
17 June 2026 14:15

Ekskavator dalam lubang di tambang nikel yang dioperasikan PT Citra Sejahtera Persada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Ekskavator dalam lubang di tambang nikel yang dioperasikan PT Citra Sejahtera Persada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Cecep Mochammad Yasin menyebut saat ini belum ada rencana relaksasi untuk produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

“Belum ada arahan. Belum ada [relaksasi],” ungkap Cecep saat ditemui di agenda diskusi publik soal mineral kritis yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rabu (17/6/2026). 

Adapun, Cecep menambahkan, hingga saat ini RKAB nikel periode 2026 masih berada di target awal yaitu sekitar 260—270 juta ton. 


“Belum ada. Belum ada. Iya, masih [260—270 juta ton],” tambahnya. 

Cecep menekankan bahwa hingga saat ini potensi relaksasi hanya berlaku untuk batu bara, seperti yang sempat disampaikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.