Kekurangan Bijih & Listrik, Produksi Smelter Nikel IWIP Turun 15%
Azura Yumna Ramadani Purnama
17 June 2026 10:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Produksi smelter pirometalurgi berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) yang menghasilkan nickel pig iron (NPI) di Indonesia Wedabay Industrial Park (IWIP) dilaporkan turun hingga 15%, dipengaruhi kekurangan pasokan bijih dan listrik.
Berdasarkan catatan Shanghai Metals Market (SMM), produksi NPI berkadar tinggi di kawasan IWIP turun sebesar 10%—15% gegara beberapa lini produksi smelter RKEF diberhentikan sementara untuk pemeliharaan akibat kekurangan bijih dan tingginya biaya operasional.
“Fasilitas di Weda Bay yang berada di kawasan industri IWIP mengumumkan produksi NPI berkualitas tinggi akan dikurangi sebesar 10%—15% dalam beberapa bulan mendatang,” sebagaimana tertulis dalam catatan SMM, dikutip Rabu (17/6/2026).
“Dengan beberapa jalur produksi telah menjalani masa penghentian operasional untuk pemeliharaan sejak Maret akibat kelangkaan bijih dan kenaikan biaya operasional,” tegasnya.
Sebelum itu, IWIP dikabarkan meminta sejumlah produsen NPI di kawasannya untuk mengurangi produksi pada Juni agar pasokan listrik smelter aluminium di IWIP dapat terpenuhi.






























