Logo Bloomberg Technoz

DPR Singgung Gangguan Pasok Batu Bara ke PLN, Sebut Gegara RKAB

Sabrina Mulia Rhamadanty
17 June 2026 17:30

Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Asap keluar dari cerobong PLTU Suralaya di Merak, Cilegon, Banten, Rabu (30/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menyinggung adanya gangguan pasokan batu bara untuk pasokan energi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT PLN (Persero) akibat kebijakan pengurangan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara tahun ini. 

Menurut Sugeng, batu bara sering dianggap sebagai energi yang kurang ramah lingkungan. Namun, hingga saat ini batu bara masih menjadi sumber energi yang andal dan relatif murah, terutama karena adanya kebijakan domestic market obligation (DMO).

“Ketersediaan batu bara untuk pembangkit saat ini relatif aman, meskipun terdapat sedikit penurunan stok akibat kebijakan pengurangan RKAB batu bara,” kata Sugeng saat ditemui di Gedung Nusantara, Rabu (17/6/2026).


Dia juga menjelaskan saat ini kapasitas pembangkit listrik nasional adalah sekitar 103 gigawatt (GW) dan sekitar 67% masih berasal dari PLTU batu bara. 

Pangsa PLTU batu bara captive di Indonesia./dok. Global Energy Monitor (GEM)

Sebagai informasi, berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM per April 2026, produksi listrik nasional per April 2026 mencapai 165,51 terawatt hour (TWh).