Logo Bloomberg Technoz

Adapun, Amman sebelumnya melaporkan pembangunan smelter katoda tembaga dan pemurnian logam mulia atau precious metal refinery (PMR) miliknya itu sudah mencapai 76,1% hingga akhir 2023.

Hasil tersebut didapatkan berdasarkan hasil verifikasi kemajuan kuartal akhir 2023 dari verifikator independen, yang menyatakan bahwa kemajuan pembangunan konstruksi smelter tembaga AMMN telah melampaui target rencana pembangunan sebesar 72,4% atau 105,1% dari target.

Adapun, kemajuan pembangunan konstruksi PMR telah mencapai 72,7% dari rencana pembangunan sebesar 72,1% atau mencapai 100,7% dari target periode tersebut.

Setelah beroperasi, smelter Amman itu nantinya memiliki total kapasitas input tembaga mencapai 900.000 kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat yang berasal dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang.

Produk dari pengolahan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. Sementara itu, fasilitas PMR akan menghasilkan 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan dan 70 tpa selenium.

Amman sendiri merupakan salah satu dari 5 perusahaan yang mendapatkan izin relaksasi larangan ekspor konsentrat tembaga hingga Mei tahun ini, sesuai dengan UU Nomor 3 2020 Tentang Mineral dan Batu Bara.

Melalui beleid itu, perusahaan yang pembangunan smelter-nya melebihi 50% hingga Januari 2023 mendapatkan izin relaksasi, termasuk di antaranya Freeport Indonesia, yang kini juga tengah membangun smelternya di Manyar, Gresik.Waskita Beton (WSBP) Rampungkan Pasok Beton ke Proyek Smelter Amman Senilai Rp3,15 M.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah merampungkan dalam mensuplai beton cair dalam proyek pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara atau Amman di wilayah yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat, yang telah dimulai sejak kuartal III tahun lalu.

Proyek pengadaan suplai senilai Rp3,15 miliar itu ditujukan untuk pembangunan desalination and demineralization water project,  yang merupakan bagian dari proyek smelter yang berlokasi di wilayah Batu Hijau Sumbawa itu.

“Kami menyuplai beton cair untuk pembangunan Kawasan Amman Mineral seluas 15.287,57 m3 (meter kubik) yang diproduksi dan dikirimkan langsung dari Batching Plant Sumbawa yang berlokasi di dalam kawasan atau berjarak hanya 2 km dari lokasi proyek,” ujar Fandy Dewanto, VP Corporate Secretary WSBP dalam siaran resminya, Selasa (13/2/2024).

Dengan lokasi yang strategis itu, kata Fandy, WSBP dapat menjaga kualitas produk Readymix saat sampai ke lokasi proyek. Untuk menghasilkan proyek yang berkualitas, WSB menggunakan Readymix tipe FC 28 Tipe 1, FC 40 Tipe 5, dan FC 30 Tipe 5 dengan total volume 1.304 m3.

“Kualitas produk yang baik dan pengiriman tepat waktu merupakan salah satu keutamaan untuk menjaga relasi WSBP dengan pemilik proyek,” tutur Fandy.

Adapun, Amman sebelumnya melaporkan pembangunan smelter katoda tembaga dan pemurnian logam mulia atau precious metal refinery (PMR) miliknya itu sudah mencapai 76,1% hingga akhir 2023.

Hasil tersebut didapatkan berdasarkan hasil verifikasi kemajuan kuartal akhir 2023 dari verifikator independen, yang menyatakan bahwa kemajuan pembangunan konstruksi smelter tembaga AMMN telah melampaui target rencana pembangunan sebesar 72,4% atau 105,1% dari target.

Adapun, kemajuan pembangunan konstruksi PMR telah mencapai 72,7% dari rencana pembangunan sebesar 72,1% atau mencapai 100,7% dari target periode tersebut.

Setelah beroperasi, smelter Amman itu nantinya memiliki total kapasitas input tembaga mencapai 900.000 kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat yang berasal dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang.

Produk dari pengolahan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dan asam sulfat mencapai 830 ktpa. Sementara itu, fasilitas PMR akan menghasilkan 18 tpa emas batangan, 55 tpa perak batangan dan 70 tpa selenium.

Amman sendiri merupakan salah satu dari 5 perusahaan yang mendapatkan izin relaksasi larangan ekspor konsentrat tembaga hingga Mei tahun ini, sesuai dengan UU Nomor 3 2020 Tentang Mineral dan Batu Bara.

Melalui beleid itu, perusahaan yang pembangunan smelter-nya melebihi 50% hingga Januari 2023 mendapatkan izin relaksasi, termasuk di antaranya Freeport Indonesia, yang kini juga tengah membangun smelternya di Manyar, Gresik.

(ibn/spt)

No more pages