Menuruni Sungai dalam Gelap Demi Membawa Pulang Air Bersih
Andrean Kristianto
01 August 2026 16:45
Bloomberg Technoz, Jakarta - Saat matahari mulai tenggelam, warga Kampung Gunung Batur 2, Cilegon, Banten, masih berjalan menuju dasar Sungai Sumur Tengah. Mereka datang bukan untuk mencari suasana sore, melainkan mengambil air bersih yang tersisa di tengah kemarau.
Setiap hari, warga harus menempuh perjalanan sekitar satu kilometer dari rumah menuju sumber air yang berada di dasar sungai. Sebagian berjalan kaki, sebagian lainnya menggunakan sepeda motor hingga titik tertentu sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur berbatu.
Baca Juga
Mereka menuruni jalur menuju dasar sungai yang dipenuhi bebatuan licin. Ketika hari mulai gelap, beberapa warga mengandalkan cahaya lampu yang dipasang untuk membantu langkah mereka.
Di dasar sungai, puluhan galon berukuran 15 liter berjajar menunggu giliran terisi. Air yang keluar perlahan menjadi tumpuan warga untuk kebutuhan minum sehari-hari.
Hadaroh, salah satu warga, hampir dua jam duduk menunggu galonnya penuh. Bersama ibu-ibu lainnya, ia rela menghabiskan waktu berjam-jam demi membawa pulang air untuk keluarga.
“Sejak habis Lebaran Haji, ini ngambil buat minum. Ada bantuan, tapi itu buat nyuci sama mandi,” kata Hadaroh (40), warga Kampung Gunung Batur 2, kepada Bloomberg Technoz, Jumat (31/7).
Rumah Hadaroh tidak memiliki sumur. Untuk air minum, ia bergantung pada sumber air di dasar sungai yang mulai menjadi andalan warga sejak sekitar tiga bulan terakhir ini.
Hari itu, Hadaroh membawa delapan galon yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan keluarganya selama hampir sepekan. Setelah terisi, air tersebut harus kembali diangkat melewati jalur bebatuan hingga menuju rumah.
Agar semua warga mendapat kesempatan mengambil air, pengambilan dilakukan secara bergantian. Warga membagi waktu menjadi dua giliran, yakni pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB, serta pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.
(dre)

































