Logo Bloomberg Technoz

Bulan lalu, pemerintah China menolak keluhan berulang kali Taiwan tentang balon-balon itu, mengatakan bahwa itu hanya balon meteorologi dan tidak boleh diperbesar karena alasan politik.

Setiap hari, pesawat tempur China beroperasi di Selat Taiwan dan sering melintasi garis tengah, yang sebelumnya menjadi penghalang tidak resmi antara kedua belah pihak. China menegaskan bahwa mereka tidak mengakui garis tersebut.

Pada Januari lalu, Lai Ching-te terpilih sebagai presiden Taiwan berikutnya. Lai Ching-te dianggap oleh China sebagai seorang separatis yang berbahaya.

Lai, yang akan menjadi presiden Taiwan pada Mei nanti, telah mencoba berbicara dengan China, tetapi dia ditolak. Dia menyatakan bahwa hanya orang Taiwan yang memiliki kemampuan untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Pada Februari lalu, AS menembak jatuh balon mata-mata China, membuat China menjadi perhatian dunia karena kemungkinan penggunaan balon mata-mata China. Menurut Negeri Tirai Bambu, balon itu adalah pesawat sipil yang tersesat secara tidak sengaja.

(ros)

No more pages