Logo Bloomberg Technoz

Moody's mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa alasan penurunan rating utang China menjadi negatif dipengaruhi oleh stimulus fiskal China untuk mendukung pemerintah daerah dan sektor properti yang memburuk menimbulkan risiko bagi perekonomian negara. 

China diketahui meningkatkan pinjaman sebagai langkah utama untuk mendukung perekonoiannya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang tingkat utang negara tersebut, karena pemerintah China hampir mencapai rekor penerbitan obligasi di tahun ini.

Berdasarkan data pekan lalu, aktivitas manufaktur dan jasa menyusut pada November. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa pemerintah memerlukan tindakan yang lebih banyak untuk mendukung pemulihan yang terhenti.

Sementara itu di Amerika Serikat, ada dua faktor utama dari keputusan ini, yaitu peningkatan defisit fiskal AS dan kurang jelasnya kerangka fiskal jangka menengah AS.

Moody's memperkirakan defisit fiskal AS akan tetap tinggi. Dalam konteks bunga acuan yang lebih tinggi, tanpa langkah-langkah kebijakan fiskal yang efektif untuk mengurangi pengeluaran pemerintah atau meningkatkan pendapatan, mereka memperkirakan bahwa defisit fiskal AS akan tetap sangat besar, sehingga secara signifikan melemahkan keterjangkauan utang.

Moody's menilai bahwa gangguan ekonomi ini akan terjadi pada saat yang penuh tantangan bagi investor, yang harus menghadapi kombinasi defisit fiskal AS yang besar dan inflasi yang terus-menerus.

Pengaruh Penurunan Rating Moody's

Setelah pernyataan yang dirilis oleh Moody's, mata uang yuan sedikit berubah dalam perdagangan dalam negeri dan luar negeri. 

Menurut sejumlah trader yang tak ingin disebutkan namanya, bank-bank besar milik negara China menjual dolar dalam jumlah besar terhadap yuan di pasar dalam negeri setelah laporan Moody's. Beberapa lembaga keuangan komersial juga melakukan hal serupa dengan melepas dolar, sehingga membantu memicu rebound dalam mata uang China.

Sementara itu di Amerika Serikat, surat utang Treasury sepuluh tahun berjangka turun setelah pengumuman Moody's, mencapai posisi terendah baru di posisi tersebut. 

(bbn)

No more pages