Logo Bloomberg Technoz

Peretasan Binance Jadi Alarm, 89% Perusahaan RI Belum Siap

Merinda Faradianti
01 November 2026 12:30

Jadi Korban Serangan Peretasan, Binance Merugi SekitarLebih dari Rp45 Triliun (Bloomberg Technoz/Diolah)
Jadi Korban Serangan Peretasan, Binance Merugi SekitarLebih dari Rp45 Triliun (Bloomberg Technoz/Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja K. mengatakan bahwa peretasan bursa kripto Binance dengan nilai aset mencapai US$6,3 miliar atau sekitar Rp104 triliun menjadi peringatan serius bagi keamanan ekosistem digital global.

Pasalnya, insiden itu dinilai jadi momentum bagi Indonesia untuk mengevaluasi kesiapan sistem keamanan siber di tengah pesatnya adopsi teknologi digital.

Menurutnya, serangan terhadap Binance menunjukkan semakin kompleksnya ancaman siber, terutama dengan berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi komputasi kuantum.


“Tragedi Binance ini menjadi spoiler horor yang menunjukkan seberapa ngeri proyeksi ancaman siber yang akan terus menghantui kita hingga 2027 nanti,” tulis Ardi dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/11/2026).

Menurut dia, perkembangan AI memungkinkan pelaku kejahatan siber mengidentifikasi celah keamanan, menyusun skenario penipuan, hingga mengotomatisasi serangan.