Logo Bloomberg Technoz

“Saya menggambarkan pergerakan saat ini sebagai meredanya tekanan jual, bukan sebagai dimulainya kembali akumulasi aset secara besar-besaran.”

Pasar kripto masih berada dalam kondisi rentan setelah peretasan senilai US$6,3 miliar di platform perdagangan aset digital Binance Holdings Ltd. mengguncang sektor tersebut pada 29 Oktober dan meredam minat investor terhadap kelas aset ini.

Volatilitas di pasar yang lebih luas semakin memperburuk tekanan tersebut. Aksi jual besar-besaran saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) turut merembet ke pasar kripto. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan penambangan kripto dalam beberapa tahun terakhir mengalihkan sebagian bisnis mereka ke industri AI.

“Aksi jual ini mencerminkan meningkatnya keraguan terhadap potensi keuntungan dari besarnya belanja AI, kekhawatiran bahwa regulasi yang lebih ketat dapat memperlambat pembangunan pusat data, serta aksi pengurangan eksposur yang lebih luas terhadap aset-aset pertumbuhan dengan valuasi tinggi,” kata Axel Rudolph, kepala analis teknikal di IG.

“Namun, di tengah penurunan pasar saham yang masih berlanjut, Bitcoin sejauh ini mampu bertahan. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli mulai masuk untuk mempertahankan level harga saat ini. Kekuatan relatif tersebut dapat menjadi ujian penting untuk melihat apakah Bitcoin mulai bergerak terpisah dari tren saham teknologi, alih-alih sekadar ikut melemah,” ujarnya.

Dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) Bitcoin spot di AS mencatat arus dana keluar sebesar US$430 juta pada Kamis, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund mencatat arus keluar terbesar, yakni sekitar US$200 juta, disusul IBIT milik BlackRock Inc. dengan sekitar US$105 juta.

“Tekanan jual memang tampaknya mulai mereda, tetapi penguatan harga baru-baru ini lebih terlihat sebagai kelegaan sementara ketimbang pemulihan yang berkelanjutan,” kata Samuel Leyne, wakil kepala perdagangan kripto di Marex.

“Diperlukan katalis nyata untuk memulihkan kepercayaan pasar, baik berupa meredanya ketegangan geopolitik, penurunan harga minyak, maupun perbaikan kondisi ekonomi makro,” tambahnya.

“Hingga saat itu, kita perlu mencermati pergerakan saham, arus dana ETF, dan level basis. Bitcoin perlu kembali menembus US$77.000 untuk membangun momentum. Jika pasar saham terus melemah, level US$75.000 kembali berpotensi menjadi sasaran penurunan.”

(bbn)

No more pages