Penurunan harga saham semakin tajam pada Kamis di tengah kekhawatiran bahwa Partai Demokrat, yang berhasil menguasai DPR dan Senat, akan memperketat pengawasan terhadap industri AI, termasuk pembangunan pusat data. Saham perusahaan raksasa semikonduktor dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya mengalami kerugian besar.
Dalam sesi perdagangan terburuk sejak Maret 2020, indeks Nasdaq 100 anjlok 6,4 persen, menghapus nilai pasar sebesar US$2,3 triliun.
Trump selama ini menyatakan dukungan kuat terhadap pembangunan pusat data meskipun mendapat penolakan luas. Ia juga menepis usulan untuk membatasi AI dan lebih memilih regulasi yang longgar.
Pada saat yang sama, Trump kerap menjadikan pasar saham—yang diuntungkan oleh antusiasme investor terhadap AI—sebagai tolok ukur keberhasilan ekonomi. Ia secara rutin membanggakan kenaikan pasar dalam pidato maupun unggahan di media sosial.
Setelah berminggu-minggu meragukan legitimasi pemilu jika Partai Republik mengalami kekalahan, Trump pada Selasa malam mengatakan akan menerima hasil pemilihan paruh waktu tersebut. Meski demikian, ia mengalihkan tanggung jawab atas kekalahan partainya dengan mengatakan bahwa dirinya akan menang telak jika namanya tercantum dalam surat suara, sembari mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat karena telah melakukan “pekerjaan dengan baik”.
Pada Rabu, Trump mengatakan bahwa tingginya harga bahan bakar akibat perang yang dilancarkannya terhadap Iran menjadi penyebab kekalahan telak Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu. Namun, ia tetap bersikeras bahwa konflik tersebut dapat dibenarkan.
(ndy)






























