Logo Bloomberg Technoz

Kejatuhan Saham AI Memburuk, Bursa Asia Bersiap Terseret

News
06 November 2026 06:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Thomas Kutty Abraham - Bloomberg News

Bloomberg, Kontrak berjangka saham Asia mengindikasikan pelemahan tajam pada Jumat (6/11), seiring aksi jual saham perusahaan pembuat cip di Wall Street semakin dalam setelah pemilihan paruh waktu AS. Kekhawatiran meningkat bahwa Partai Demokrat akan mendorong regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI).

Kontrak berjangka indeks saham Korea Selatan dan Taiwan, yang menjadi basis sejumlah produsen cip terbesar di dunia, anjlok setidaknya 7%. Sementara itu, kontrak berjangka saham Jepang merosot hampir 6%. Kontrak berjangka saham Australia dan Hong Kong juga mengindikasikan pelemahan, meski dalam skala lebih terbatas.


Di AS, indeks S&P 500 anjlok 4,4%, mencatat kinerja terburuk sejak gejolak pasar akibat kebijakan tarif pada April 2025. Nasdaq 100 merosot 6,4%, menghapus nilai pasar sebesar US$2,3 triliun dan membukukan penurunan harian terdalam sejak Maret 2020. Indeks yang memantau perusahaan-perusahaan cip raksasa jatuh 12%, dengan Nvidia Corp, Qualcomm Inc, dan Arm Holdings Plc termasuk di antara saham yang mencatat penurunan terbesar. Saham Tesla Inc dan SpaceX, yang dipimpin Elon Musk, juga merosot lebih dari 9%.

Di pasar lain, harga obligasi pemerintah AS (Treasury) dan dolar menguat seiring investor beralih ke aset-aset yang dianggap aman. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor dua tahun turun 12 basis poin menjadi 4,46%. Harga emas melanjutkan kenaikan untuk hari kedua pada Kamis, sementara Bitcoin merosot.