"Delapan trainset urgen, kemudian total 23 trainset," tutur Bobby.
Bobby juga menegaskan tidak menutup pintu dengan pihak asing lainnya untuk memproduksi kereta api.
"Yang dari Luar negeri harus kerja sama sama dalam negeri," katanya.
Rencana pengadaan impor KRL bekas asal Jepang itu sebelumnya dilontarkan Bobby salam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, awal Oktober.
Saat itu, Komisi VI DPR juga telah menyetujui rencana itu, yang juga menjadi usulan KAI untuk transisi kebutuhan sarana sementara seiring penguatan industri perkeretaapiaan di dalam negeri.
"Komisi VI DPR RI mendorong KAI untuk memenuhi kebutuhan kapasitas angkutan perkeretaapian, khususnya KRL Jabodetabek, dengan meningkatkan industri lokal, dan melakukan impor rangkaian kereta (trainset) bukan baru yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujar Ketua Komisi VI Andre Rosiade, awal Oktober lalu.
(ain)





























